Senin, 02 Januari 2017

Penyebab dan Gejala Penyakit Jantung

Tags

gejala penyakit jantung - penyebab serangan jantung


Serangan jantung, secara medis disebut infark miokard, adalah kondisi di mana pasokan darah menuju ke jantung terhambat. Ini adalah kondisi medis darurat yang biasanya disebabkan oleh penggumpalan darah atau penumpukan lemak, kolesterol, dan unsur lainnya. Gangguan aliran darah ke jantung ini bisa merusak atau menghancurkan otot jantung dan bisa berakibat fatal.


Penyebab Serangan Jantung


Penyebab utama terjadinya serangan jantung yakni tersumbatnya pembuluh darah utama yang memasok darah ke jantung (pembuluh koroner) karena penimbunan lemak dalam arteri atau aterosklerosis. Selain dapat mengurangi suplai darah ke jantung, aterosklerosis juga dapat memicu terbentuknya trombosis atau penggumpalan darah. Pengumpalan darah ini memblokir suplai darah ke jantung.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, yaitu:

  1. Kebiasaan Merokok
    Karbon monoksida dalam asap rokok dan kandungan nikotin pada rokok dapat meningkatkan risiko munculnya gumpalan darah serta memacu jantung untuk bekerja lebih cepat sehingga akan makin membebani jantung. Senyawa kimia lain dari asap rokok juga dapat merusak dinding arteri jantung yang akan memicu terjadinya penyempitan. Perokok mempunyai risiko 20-25 persen lebih tinggi untuk menderita penyakit jantung dibandingkan mereka yang tidak merokok sama sekali.
     
  2. Kadar Kolesterol (Lemak Dalam Darah) yang Tinggi
    Kolesterol terbagi dalam dua jenis, yaitu kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL). Seseorang dengan kolesterol yang tinggi yang melebihi kebutuhan LDL cenderung memiliki resiko penyakit jantung karena kolesterol akan beredar dalam darah dan kemudian terkumpul di sekitar dinding arteri serta membentuk plak yang membuat dinding arteri lebih kaku. Bukan tidak mungkin jika kemudian akan terjadi penyempitan rongga pembuluh darah yang berujung pada sakit jantung. Kadar LDL yang normal dalam darah adalah di bawah 100 mg/dL.
     
  3. Penyakit Diabetes
    Diabetes dapat menyebabkan penebalan pada dinding pembuluh darah sehingga berpotensi menghambat aliran darah. Karena itu, penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidap penyakit jantung. Bagi anda yang sering mengkonsumsi makanan manis, sebaiknya dikurangi frekuensinya karena tubuh hanya membutuhkan 1.900 kalori setiap harinya.
     
  4. Hipertensi
    Tekanan darah yang tinggi berarti jantung bekerja lebih keras sehingga jantung dan pembuluh darah akan lebih terbebani. Saat seseorang terkena hipertensi, maka akan terjadi kerusakan dinding serta bagian pembuluh arteri sehingga darah pun membeku. Dengan demikian, kerja jantung menjadi terhambat untuk memompa darah. Seiring berjalannya waktu, jika dibiarkan akan meningkatkan resiko serangan jantung. Salah satu faktor pemicu hipertensi adalah konsumsi makanan dengan kadar garam yang tinggi. Anda akan dianggap mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi jika tekanan darah Anda di atas 140/90 mmHg.
     
  5. Kelebihan Berat Badan
    Orang yang mengalami obesitas berpotensi mengidap tekanan darah tinggi, cenderung memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi, serta lebih berisiko terkena diabetes tipe 2. Karena itu, mereka juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidap penyakit jantung. Saat tubuh kelebihan berat badan, maka penumpukan sel-sel lemak akan membuat kerja jantung lebih berat untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Obesitas juga menyebabkan masalah serius pada organ penting lainnya termasuk ginjal.
     
  6. Pola Hidup yang Buruk
    Risiko penyakit jantung juga dapat meningkat akibat pola hidup yang tidak sehat. Misalnya kurang berolahraga, minum alkohol, tidur tidak teratur, sering mengonsumsi makanan berlemak, dan jarang mengonsumsi buah-buahan serta sayur-sayuran. Mengatur gaya hidup supaya lebih sehat adalah solusi terbaik untuk menghindari segala jenis penyakit.
     
  7. Aktifitas Fisik yang Kurang
    Tubuh yang kurang bergerak akan memudahkan lemak untuk terus menumpuk. Tidak heran jika seseorang dengan aktifitas gerak yang sangat kurang akan mudah terkena obesitas yang kemudian berujung pada otot jantung yang tidak bekerja dengan baik. Lari, jogging, berenang dan sebagainya adalah cara yang tepat untuk membakar lemak dan menghindari sakit jantung.
     
  8. Stress
    Saat tubuh stress dalam waktu yang cukup panjang, kerja jantung untuk membentuk adrenalin akan berat dan tentu akan merusak kesehatan pembuluh jantung. Stress juga bahkan memicu semburan adrenalin yang tinggi, termasuk juga zat katekolamin. Penyempitan pembuluh darah jantung serta denyut jantung yang meningkat akan mengganggu pasokan darah. Buatlah hati anda senang, mulai dari jalan-jalan, yoga, meditasi atau lainnya.
     
  9. Usia
    Usia yang beranjak tua seiring dengan penurunan banyak fungsi tubuh mengakibatkan seseorang beresiko terkena penyakit jantung.
     
  10. Jenis Kelamin
    Dibandingkan wanita, pria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidap penyakit jantung. Tetapi perlu diingat bahwa risiko penyakit jantung pada wanita akan lebih tinggi setelah mengalami menopause.
     
  11. Faktor Keturunan
    Orang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung, lebih besar resikonya dibanding yang tidak memiliki keluarga dengan riwayat penyakit jantung.
     
  12. Penyalahgunaan Obat-obatan
    Obat-obatan stimulan saraf seperti kokain, amphetamine (shabu), dan methamphetamine (ekstasi) bisa menyebabkan penyempitan pembuluh koroner, menghambat pasokan darah, serta memicu terjadinya serangan jantung. Serangan jantung yang terjadi pada pemakai kokain menjadi penyebab utama kematian pada usia muda.
     
  13. Kelainan Pembuluh Darah
    Salah satu contoh kelainan pembuluh darah adalah Aneurisma, yakni kondisi ketika terdapat kelemahan pada dinding pembuluh darah. Dinding pembuluh darah yang melemah akhirnya tidak akan bisa menahan tekanan dari darah yang mengalir melewatinya. Akibatnya pembuluh darah akan mengalami keretakan. Jika aneurisma terjadi di pembuluh koroner, maka aliran darah berhenti dan serangan jantung terjadi.
     
  14. Hipoksia atau Kekurangan Oksigen di Dalam Darah
    Kadar oksigen dalam darah bisa menurun karena keracunan karbonmonoksida atau fungsi paru yang rusak. Sebagai akibatnya, tubuh dialiri darah yang tidak mengandung oksigen dan akhirnya memicu terjadinya serangan jantung.


Gejala Penyakit Jantung


  1. Mudah Lelah
    Jika Anda kerap merasa lelah meski tidak melakukan aktivitas berat, segera konsultasikan ke dokter pribadi. Ini bisa menjadi indikasi adanya masalah pada jantung. Rasa lelah ini juga sering dirasakan saat bangun tidur.
     
  2. Keringat Berlebih
    Mengeluarkan keringat padahal anda tidak sedang melakukan kegiatan, umumnya area telapak tangan yang sering keluar keringat.
     
  3. Sakit di Daerah Dada, Terutama Bagian Belakang
    Ini dikarenakan otot dan jantung tidak mendapatkan pasokan oksigen dan darah yang cukup dan membuat jantung tersebut menjadi nyeri. Rasa nyeri menjadi pertanda kuat penyakit jantung. Pada pria, rasa nyeri dirasakan di bagian lengan kiri, sementara wanita mengalami rasa sakit di kedua lengan. Rasa sakit datang dan pergi ini juga dirasakan di bagian bahu, punggung siku, dan leher. Nyeri di beberapa titik bagian tubuh ini disebabkan karena terjadi penyumbatan arteri.
     
  4. Jantung Berdebar-debar atau Detak Jantung Tidak Teratur (Palpitasi)
    Jika jantung sering berdeyut kencang atau melemah tanpa alasan sering muncul anda harus periksa ke dokter secepatnya, ini patut diwaspadai karena dapat berakibat fatal. Denyut jantung tak teratur umumnya terjadi karena adanya penebalan otot pada katup jantung. Hal ini menyebabkan terjadi penyempitan pada katup sehingga menyebabkan kebocoran.
     
  5. Sesak Nafas
    Wanita akan lebih mungkin merasakan nyeri di bagian dada karena penyumbatan arteri yang menyebabkan aliran darah ke seluruh tubuh tidak lancar. Kondisi ini juga dapat menyebabkan mati rasa dan kelemahan tubuh.
     
  6. Sakit Kepala
    Sakit kepala pada gejala awal penyakit jantung bisanya sangat menyakitkan ini terjadi karena aliran darah ke otak terganggu dan tidak normal.
     
  7. Nafsu Makan Menurun
    Salah satu indikasi dari penyakit jantung adalah penderitanya memiliki nafsu makan yang menurun drastis dan biasanya juga disertai mual dan muntah-muntah.
     
  8. Pembengkakan Kaki dan Perut
    Pembengkakan terjadi ketika cairan menumpuk di dalam tubuh. Umumnya terjadi pada bagian pergelangan kaki dan perut. Gejala ini merupakan tanda bahwa jantung sedang mengalami kecacatan serta adanya kelainan pada katup jantung.
     
  9. Cemas dan Tegang
    Banyak yang meyakini, serangan jantung berbuntut pada trauma. Alhasil, mereka yang pernah mengalami serangan jantung lebih sering mengalami ketegangan, ketakutan, atau kecemasan akan kematian. Hal ini dikaitkan dengan kecemasan psikologi dan stres yang menyebabkan serangan lebih sering.

This Is The Oldest Page

Tinggalkan komentar, pertanyaan, saran, dan kritik anda pada kolom di bawah ini
EmoticonEmoticon